Monday, March 23, 2015

Teknologi Membran Dapat Mengolah Air Banjir Menjadi Air Bersih

Masalah air bersih memang masih menjadi masalah yang begitu krusial, pencemaran air terjadi dimana-mana, terutama jika terjadi bencana seperti banjir. Ya, air bersih tentu akan sangat sulit diperoleh di daerah yang terkena banjir. Kebutuhan masyarakat akan air bersih diperkirakan bisa mencapai 60 liter per orang per hari, sedangkan dalam kondisi normal hanya 10 liter per orang per hari.

Ketika banjir terjadi, sumur gali dan sungai yang biasanya dimanfaatkan sebagai sumber air bersih tentu menjadi keruh dan tercemari oleh air banjir, PAM pun tentu terhenti karena sebagian besar pompa distrubusi air terendam banjir.

Kondisi banjir memang mengganggu kebutuhan pasokan air bersih, air banjir sendiri tentu tidak baik untuk dipergunakan, terutama untuk dikonsumsi, karena sudah tercemar dan didalamnya mengandung zat-zat berbahaya untuk dikonsumsi. Maka perlu dilakukan pengolahan air banjir untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kala banjir. Dan pengolahan air banjir menjadi air bersih ini dapat dilakukan dengan menggunakan Teknologi membran.


Penggunaan teknologi membran dalam pengolahan air banjir dilakukan setelah air banjir melewati proses penyaringan kasar terlebih dahulu, yaitu menyaring sampah-sampah dan kotoran kasar lainnya, salah satunya adalah dengan sand filter (filter pasir). Setelah melewati beberapa proses baru dapat di proses dengan menggunakan teknolgi membran. Teknologi membran yang digunakan untuk mengolah air banjir ini adalah Filtrasi Ultra atau Ultra Filtration (UF). Ukuran pori-pori pada membran Ultra Filtration adalah 0,01 µm - 0,001 µm, air kotor yang melewati membran Ultra Filtration (UF) ini akan sangat jernih. Protein, pati, antibiotik, silika koloid, gelatin, organik, pewarna, lemak hingga bakteri dapat tersaring oleh membran Ultra Filtration (UF) atau Filtrasi Ultra, air yang dihasilkan dapat dpergunakan untuk masak, mencuci, mandi dan lain sebagainya.

Air yang telah melewati proses Filtrasi Ultra atau Ultra Filtration disarankan untuk tidak langsung diminum. Apalagi jika air kotornya mengandung garam yang memiliki rasa asin atau payau, maka kandungan garamnya tidak akan berkurang walaupun telah melewati membran Ultra Filtration (UF). Oleh karena itu perlu adanya proses desalinasi untuk mengurangi kadar garamnya yaitu dengan menggunakan Membran Reverse Osmosis yang pori-porinya sangat kecil yaitu 0,0001µm. Dengan pori-porinya yang sangat kecil Membran Reverse Osmosis mampu menyaring ion logam, asam, gula, garam cair, pewarna, resin alami, residual paint, monovalen, BOD, COD. Sehingga air yang dihasilkan pada akhir proses pengolahan air ini adalah air yang layak dan aman untuk dikonsumsi.

Jadi Teknologi Membran memang solusi yang tepat dalam pengolahan air, termasuk air limbah seperti air banjir (Waste Water Treatment). Dan air banjirpun kini dapat menjadi layak minum setelah diolah dengan Teknologi Membran.

Anda membutuhkan  instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau WWTP seperti dalam penggunaan Teknologi Membran yang dapat mengolah Air Banjir menjadi Air Bersih? Silahkan kunjungi ENERBA TEKNOLOGI untuk penjelasan lebih detail.

Sumber:
Enerba Teknologi
Kelair





Wednesday, February 11, 2015

Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA)

Kali ini kami akan membahas tentang "Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA)", yang merupakan bangunan atau konstruksi pokok dari sistem pengolahan air bersih. Di dalam pengolahan air bersih secara umum terdapat 3 bangunan atau konstruksi, yaitu: Intake, Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA), dan Reservoir.

-Intake

Intake merupakan bangunan atau konstruksi pertama untuk masuknya air dari sumber air. Pada bangunan atau kontruksi Intake ini biasanya terdapat bar screen yang berfungsi untuk menyaring benda-benda yang ikut tergenang dalam air. Kemudian air akan di pompa ke bangunan atau konstruksi berikutnya, yaitu Water Treatment Plant (WTP).

-Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA)


Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) adalah sistem atau sarana yang berfungsi untuk mengolah air dari kualitaas air baku (influent) terkontaminasi untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang diinginkan sesuai standar mutu atau siap untuk di konsumsi. Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) merupakan sarana yang penting di seluruh dunia yang akan menghasilkan air bersih dan sehat untuk di konsumsi. Biasanya bangunan atau konstruksi ini terdiri dari 5 proses, yaitu: koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi.

1.Koagulasi
Pada proses koagulasi dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) dilakukan proses destabilisasi partikel koloid, karena pada dasarnya sumber air (air baku) biasanya berbentuk koloid dengan berbagai koloid yang terkandung didalamnya. Tujuan proses ini adalah untuk memisahkan air dengan pengotor yang terlarut didalamnya. Proses destabilisasi ini dapat dilakukan dengan penambahan bahan kimia maupun dilakukan secara fisik dengan rapid missing (pengadukan cepat), hidrolis (terjunan atau hydrolic jump), maupun secara mekanis (menggunakan batang pengaduk).

2.Flokulasi
Proses flokulasi pada Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) bertujuan untuk membentuk dan memperbesar flok (pengotor yang terendapkan). Disini dilakukan pengadukan lambat (slow mixing), aliran air disini harus tenang. Untuk meningkatkan efisiensi biasanya ditambah dengan senyawa kimia yang mampu mengikat flok-flok.

3.Sedimentasi
Proses sedimentasi menggunakan prinsip berat jenis, dan proses sedimentasi dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi oleh proses sebelumnya (partikel koloid lebih besar berat jenisnya daripada air).
Pada masa kini proses koagulasi, flokulasi dan sedimentasi dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) ada yang dibuat tergabung menjadi sebuah proses yang disebut aselator.

4.Filtrasi
Dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) proses filtrasi, sesuai dengan namanya bertujuan untuk penyaringan. Teknologi membran bisa dilakukan pada proses ini, selain bisa juga menggunakan media lainnya seperti pasir dan lainnya. Dalam teknologi membran proses filtrasi membran ada beberapa jenis, yaitu: Multi Media Filter, UF (Ultrafiltration) System, NF (Nanofiltration) System, MF (Microfiltration) System, RO (Reverse Osmosis) System.


5.Desinfeksi
Setelah melewati proses filtrasi dan air bersih dari pengotor, ada kemungkinan masih terdapat kuman dan bakteri yang hidup, sehingga diperlukan penambahan senyawa kimia dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dapat mematikan kuman, biasanya berupa penambahan chlor, ozonosasi, UV, pemabasan dll sebelum masuk ke konstruksi terakhir yaitu reservoir.

-Reservoir

Konstruksi Reservoir dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan.

Demikian pembahasan umum tentang Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan proses-prosesnya. Kunjungi "Enerba Teknologi", yang secara profesional menyediakan sistem peralatan penyediaan air bersih, termasuk diantaranya Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA), enerba teknologi juga memberikan solusi penghematan energi bagi penggunaan Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) tersebut.


Sumber:
- enerba teknologi
aryansah blog
- slide share

Tuesday, December 16, 2014

Teknologi Membran dalam Pengolahan Air Bersih

Kali ini akan kita bahas tentang Teknologi Membran dalam pengolahan air bersih. Reverse Osmosis (Osmosa Balik atau Osmosis Terbalik) yang telah dibahas pada artikel kami sebelumnya juga merupakan salah satu teknologi membran.

Teknologi membran memang sudah banyak digunakan di negara-negara maju, termasuk penggunaan teknologi membran dalam pengolahan air bersih, karena teknologi membran merupakan teknologi bersih yang ramah lingkungan (tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan). Teknologi membran dapat mengurangi senyawa organik dan anorganik yang berada dalam air tanpa adanya pengubahan bahan kimia dalam pengoperasiannya.

Proses membran yang dikenal luas dalam proses pengolahan air adalah proses membran berbasis gaya dorong tekanan seperti:

  • Mikrofiltrasi (MF)
  • Ultrafiltrasi (UF)
  • Nanofiltrasi (NF), dan
  • Reverse Osmosis (RO)
  • Proses membran tersebut merupakan tipe atau jenis membran berdasarkan pori membran.


    Keterangan mengenai Jenis Membran yang digunakan dalam pengolahan air bersih, adalah sebagai berikut:


    Dan materi-materi yang dapat dipisahkan oleh ke 4 proses membran tersebut adalah:


    Dikutip dari website resmi Prof. I Gede Wenten, yang merupakan penemu membran dan alumni ITB terbaik 1982, dan pernah juga menjadi pembicara pada "MTFD Conference 2014", bahwa proses membran merupakan pilihan yang tepat untuk produksi air minum dengan kemampuannya untuk merejeksi kontaminan organik dan anorganik yang berasal dari air. Membran telah teruji dalam pengolahan air dengan kapasitas berkisar dari 40-250.000 m3/hari dengan berbagai jenis umpan seperti air sumur dalam, air tanah, air payau, dan air laut.

    Pengembangan teknologi membran yang terus berlanjut dan semakin banyaknya plant yang telah teruji semakin membuktikan bahwa masa depan teknologi pengolahan air adalah teknologi membran. Hal ini didukung pula dengan semakin terjangkaunya harga unit membran selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Saat ini, proses berbasis membran telah dikembangkan pula untuk aplikasi selain pengolahan air, di antaranya penggunaan fuel cell di bidang energy, membran kontaktor, serta membran gas separation.

    Sumber:
    Enerba Teknologi dan Materi Membrane Technology For Desalination, Clean Water and Energy Efficiency Conference
    I Gede Wenten

    Thursday, December 11, 2014

    Dokumentasi Acara MTFD Conference 2014 di Hotel Bidakara Jakarta

    Alhamdulillah, acara MTFD Conference (Membrane Technology for Desalination, Clean Water and Energy Effisiency Conference) alias Konferensi Teknologi membran untuk Desalinasi Air Bersih dan Efisiensi Energi yang diadakan oleh PT. Enerba Teknologi yang bekerjasama dengan BPPT, serta didukung oleh PT. Sinergi Mitra Teckindo, di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, pada tanggal 29 -30 Oktober 2014 lalu telah berlangsung dengan baik.

    Acara ini dihadiri oleh 43 peserta dari berbagai kalangan, dari kalangan pemilik dan pekerja di sektor industri maupun kalangan universitas.


    Acara MTFD (Membrane Technology for Desalination, Clean Water and Energy Effisiency) Conference 2014 sendiri bertujuan untuk mempercepat pemahaman di masyarakat berkaitan dengan teknologi membran untuk pengolahan air bersih (termasuk desalinasi), dan juga teknologi untuk efisiensi energi. Melalui acara ini diharapkan masyarakat mampu memahami perkembangan teknologi yang sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan di lingkungannya.

    Acara MTFD (Membrane Technology for Desalination, Clean Water and Energy Effisiency) Conference 2014 terbagi dalam 2 sesi yaitu Konferensi dan Workshop.

    1. Konferensi

    Konferensi diadakan pada tanggal 29 Oktober 2014, di ruang Bima, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

    Acara ini di mulai pada pukul 8.30 sampai dengan pukul 15.30 WIB. Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara DR. Eng. Joni Prasetyo dan Guess Speaker dari PT.Sinergi Mitra Teckindo, lalu dilanjutkan dengan presentasi dari Plenary Lecture (Prof. I Gede Wenten dan Khoo Teng Guan), Keynote Speaker (DR. Yusuf Wibisono, Dr. Saeful, DR. Ir. Arie Harie Herlambang, M.Si, Dwi Handayana, Ir. MK3, DR. Achmadin Luthfi Machsun, dan DR. Hariyanto).


    Materi yang disampaikan pada acara Konferensi (MTFD Conference 2014) adalah:



  • Real time air and water quality monitoring system
  • Intensification in large scale SWRO plant
  • Energy recovery
  • The cause and counter measure of membrane fouling on two-phase flow for fouling control in membranes
  • FO membrane application for desalination as new approach in water desalination
  • Implementatif Reverse Osmosis in coastal area and small island in Indonesia
  • Waste water treatment
  • Membrane technology
  • Energy efficiency technology


  • Dalam Acara ini tampak para peserta cukup antusias, terutama saat sesi tanya jawab


    2.Workshop

    Workshop diadakan pada tanggal 30 Oktober 2014, pukul 08.00 - 16.30 WIB, di ruang Nakula, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

    Yang dibahas pada Workshop MTFD Conference 2014, adalah:

    Membrane Filtration Technology for Portable Application:


  • Basic parameters of RO process
  • Commercial membranes and membrane module configurations
  • Water chemistry of the desalination process
  • RO System configuration
  • Membrane fouling and performance recovery
  • Bio-fouling control in Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Membrane


  • Wastewater Treatment Technology:

  • Basic principles WWTP units/WWT
  • Understand the importance if periodic evaluation unit WWTP/WWT
  • Understand how to optimize WWTP units/WWT so that it can reach of the waste water more optimal according to government regulations
  • Open a new discourse Biodeaner and AOP technologies in WWT optimization.



  • Pada workshop MTFD Conference 2014 ini DR. Ir. Arie Harie Herlambang, M.Si, Dwi Handayana, Ir. MK3, dan DR. Achmadin Luthfi Machsun yang mengisi acara.

    Thursday, October 9, 2014

    Ciri air yang layak minum

    Air memang sangat penting bagi kehidupan, tidak ada manusia yang mampu hidup tanpa air. Setiap harinya, tubuh manusia itu membutuhkan 5-8 gelas air. Dan tentu saja air yang dibutuhkan manusia itu adalah air bersih, air yang sehat atau air yang layak minum.

    Kondisi lingkungan saat ini memang telah membuat sumber air bersih terutama air yang layak minum semakin hari semakin berkurang, tidak semua orang di dunia ini yang mudah mendapatkan air bersih. Pencemaran lingkungan, termasuk pencemaran air terjadi dimana-mana. Dengan adanya pencemaran air ini, tentu sangat penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri air yang layak minum, bukan sekedar bersih tapi juga baik untuk kesehatan ketika diminum. Karena bisa saja air yang tidak sehat masuk ke dalam tubuh tanpa kita sadari.



    Kali ini blog pengolahan air bersih akan berbagi tentang standar air bersih yang sehat dan layak minum (dikonsumsi).  Ciri-ciri air yang layak minum, yaitu apabila telah sesuai dengan standar air bersih, yaitu sesuai dengan syarat sebagai berikut:

    Syarat Fisik:




  • Warna: air layak minum itu bening tidak keruh atau tidak berwarna apapun.




  • Bau: air layak minum seharusnya tidak berbau, karena bau bisa ditimbulkan oleh adanya pembusukan zat organik seperti bakteri dan kemungkinan merupakan akibat tak langsung dari pencemaran lingkungan.




  • Rasa: rasa dari air layak minum itu tidak aneh diluar dari rasa tawar khas air, atau tidak berasa. Adanya rasa lain pada air, menandakan adanya kandungan lain dalam air, jika getir di lidah kemungkinan mengandung zat yang tidak baik bagi kesehatan.




  • Partikel Fisik: air layak minum tidak mengandung partikel fisik, baik itu melayang maupun mengendap




  • Suhu: suhu air yang layak minum adalah 10-25


  • Syarat Kimia:




  • Ciri air yang layak minum adalah tidak mengandung bahan kimia yang mengandung racun, misalnya tidak mengandung Pb (timah), oleh karena itu tidak dianjurkan menggunakan pipa berbahan timah, air layak minum juga memiliki Ph 6,5-9,2, serta cukup yodium


  • Syarat Bakteriologis:
    Syarat ini berhubungan dengan kandungan mikroorganisme atau jasa renik di dalam air minum


  • Dalam 1cc air minum jumlah kuman harus kurang dari 100 kuman.



  • Tidak boleh mengandung bakteri E.Coli, bakteri yang menyebabkan gangguan pencernaan dan juga bakteri pathogen.


  • Setelah memperhatikan syarat air bersih (ciri air yang layak minum) ini, kita bisa dengan mudah mengenali apakah air yang akan masuk ke dalam tubuh kita aman bagi kesehatan kita atau tidak.

    Berbicara tentang ciri air yang layak minum, beragam teknologi pengolahan air juga tentu telah mampu menghasilkan air bersih yang layak untuk minum. Teknologi pengolahan air bersih ini sangat diperlukan, mengingat masalah air bersih yang telah menjadi masalah di seluruh dunia, baik itu adanya pencemaran yang membuat air bersih menjadi berkurang, atau lebih sedikitnya air tawar yang ada di permukaan bumi ini. Salah satu teknologi pengolahan air bersih yang dapat menghasilkan air layak minum adalah Teknologi Membran Reverse Osmosis (Osmosis Terbalik), baik itu desalinasi (pengolahan air asin dan air payau menjadi air tawar), maupun untuk mengolah air tanah menjadi air layak minum yang bebas bakteri dan kuman. Semua ciri air layak minum dan syarat air bersih tentu bisa didapat dengan pengolahan air menggunakan Teknologi Membran Reverse Osmosis ini, karena hasil akhir Teknologi Membran Reverse Osmosis juga adalah air layak minum.

    Silahkan anda baca artikel di blog ini untuk mengetahui tentang Teknologi Membran Reverse Osmosis (Osmosis Terbalik), atau kunjungi web "Enerba Teknologi". Atau anda juga bisa langsung mengikuti "Konferensi dan Workshop Teknologi Membran untuk Desalinasi Air Bersih" yang akan diadakan akhir bulan Oktober di Jakarta.

    Sumber:
    kamus ilmiah
    - properti kompas
    - bolehjuga

    Tuesday, September 30, 2014

    Konferensi & Workshop Teknologi Membran untuk Desalinasi Air Bersih & Efisiensi Energi (MTFD) 2014

    Ayooo ikuti Konferensi (Seminar) dan Workshop (Pelatihan): Teknologi Membran untuk Desalinasi Air Bersih dan Efisiensi Energi atau “Membrane Technology for Desalination, Clear Water and Energy Efficiency” (MTFD Conference) 2014. MTFD Conference 2014 diselenggarakan oleh "Enerba Teknologi" bersama "BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)", serta di sponsori oleh "IJSE (International Jurnal of Science and Engineering)".

    Konferensi dan workshop Teknologi Membran untuk Desalinasi Air Bersih dan Efisiensi Energi atau “Membrane Technology for Desalination, Clear Water and Energy Efficiency” (MTFD Conference) 2014 berusaha untuk menyediakan forum bagi para peneliti dari industri dan akademisi untuk berbagi ilmu tentang kemajuan terbaru dalam "aplikasi membran", "teknologi desalinasi", "material baru untuk membran", "proses optimasi membran" dan banyak lagi. Pada konferensi ini akan dibuka diskusi tentang isu-isu penting yang mendasar, dari konsep-konsep dasar untuk pengaplikasian serta dampak dan prospek dari teknologi desalinasi yang melibatkan semua sektor, baik itu akademisi, penelitian, serta praktisi bisnis dan industri pemerintah.

    Berikut keterangan mengenai  Konferensi (Seminar) dan Workshop (Pelatihan) Teknologi Membran untuk Desalinasi Air Bersih dan Efisiensi Energi atau “Membrane Technology for Desalination, Clear Water and Energy Efficiency” (MTFD) 2014:


    Konferensi:

    Rabu, 29 Oktober 2014
    Bima Room, Bidakara Hotel, Jakarta, Indonesia

    Plenary Lectures :

    I. Trends & Development Energy Recovery For Desalination
    II. MJIIT : Membrane Technology (Japan) Prof. Akira Kobayashi: Functional Coating by Using Advance Plasma Technology

    Keynote Speaker :

    I.Pre-treatment Technology
    • Prof. Farid Fadhillah (Saudi Arabia): Application of Layer by Layer (LbL) assembly to prepare thin film composite RO/NF membrane for seawater desalination.
    II.Energy Efficient Technology
    • Dr. Yusuf Wibisono (UNIBRAW):
    The cause and counter measures of membrane fouling on two-phase flow for fouling control in membranes.
    III.New Membrane Material
    • Dr. Saiful (UNSYIAH): FO membrane application for desalination as new approach in water desalination.
    IV. Feasibility Of Desalination And Water Treatment
    • Prof I Gede Wenten (ITB): Intensification In Large Scale Swro Plant.
    • Dr. Ir. Arie Harie Herlambang, M.Si (BPPT): Implementatif Reverse Osmosis In Costal Area And Small Island In Indonesia.

    Workshop (Pelatihan):

    Kamis, 30 Oktober 2014
    Nakula & Sadewa Room, Bidakara Hotel, Jakarta, Indonesia

    1. Membrane Filtration Technology for Potable
    Applications:
    • Basic parameters of RO process
    • Commercial membranes and membrane module configurations
    • Water chemistry of the desalination process
    • RO system configuration
    • Membrane fouling and performance recovery
    • Bio-fouling Control in Seawater Reverse Osmosis (SWRO) Membranes
    2. Wastewater Treatment Technology
    • Basic principles WWTP units / WWT
    • Understand the importance of periodic evaluation unit WWTP / WWT
    • Understand how to optimize WWTP units / WWT so that it can reach the quality of
    the waste water more optimal according to government regulations.
    • Open a new discourse Biocleaner and AOP technologies in WWT optimization

    Bagi anda yang berminat silahkan daftar di "MTFD Conference 2014"

    Keterangan lengkap bisa anda baca di:

    Wednesday, September 17, 2014

    Krisis air bersih diperkirakan akan terjadi pada 2030

    Seperti dituliskan pada artikel sebelumnya, bahwa masalah air bersih di Indonesia memang begitu memprihatinkan, dan sudah semestinya menjadi perhatian semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Karena apabila masalah air bersih ini tidak segera diatasi, krisis air bersih diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030. Bahkan menurut Arjun Thapan, Penasehat Senior ADB (Bank Pembangunan Asia) untuk infrastruktur dan Air, peningkatan permintaan air pada tahun 2030 diperkirakan akan mencapai 70-90% di Asia, dimana kekurangan suplai air mencapai 40%.

    Begitu peliknya masalah air bersih ini membuat para ahli berpendapat bahwa pada suatu saat nanti, akan terjadi “perarungan” untuk memperebutkan air bersih, sama halnya dengan pertarungan untuk memperebutkan sumber energi dan gas bumi. World Water Assesment Programme (WWAP)pun menegaskan bahwa krisi air di dunia akan memberi dampak yang mengenaskan, tidak hanya membangkitkan epidemic penyakit yang merenggut nyawa, tapi juga akan mengakibatkan bencana kelaparan.

    Perkiraan akan terjadinya krisis air bersih pada tahun 2030 seharusnya menyadarkan semua pihak, bahwa memang perilaku dan tangan manusia itu yang menyebabkan akan terjadinya krisis air bersih, baik dari sisi penggunaan air maupun kerusakan-kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh perilaku dan tangan manusia.

    Dari sisi penggunaan air, dapat dilihat bahwa banyak orang yang menganggap air itu merupakan benda sosial yang dapat mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tanpa memahami dengan baik prinsip perlindungan terhadap  air. Seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya menggunakan air secara bijak (menghambur-hamburkan air bersih), di DAS juga sumber air baku (sungai) sering difungsikan langsung untuk berbagai kegiatan sehari-hari (mandi, mencuci bahkan membuang kotoran/sampah), dimana hal ini dapat menimbulkan pencemaran sungai secara langsung.

    Selain itu kerusakan-kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh tangan manusia juga membuat sumber air bersih menjadi berkurang. Seperti penggundulan hutan yang menyebabkan berkurangnya daya resap tanah terhadap air, sehingga timbulah kekeringan. Berdasarkan data Departemen Kehutanan, hingga tahun 2000 saja di seluruh wilayah Indonesia diketahui luas lahan kritis yang mengalami kerusakan parah mencapai 7.956.661 hektare (ha) untuk kawasan hutan dan 14.591.139 ha lahan di luar kawasan hutan. Sedangkan pada tahun yang sama rehabilitasi (penanaman kembali) yang dilakukan pemerintah hanya mampu menjangkau 12.952 ha kawasan hutan dan 326.973 ha di luar kawasan hutan.

    Faktor lain yang menyebabkan terjadinya krisis air bersih yaitu: pertambahan populasi dan persebaran penduduk yang tidak merata, dimana pemanfaatan sumber daya air bagi kebutuhan manusia semakin hari semakin meningkat. Di satu sisi kebutuhan akan sumber daya air semakin meningkat pesat dan di sisi lain kerusakan dan pencemaran sumber daya air semakin meningkat pula sebagai implikasi industrialisasi dan pertumbuhan populasi yang tidak disertai dengan penyebaran yang merata, sehingga menyebabkan masih tingginya jumlah orang yang belum terlayani fasilitas air bersih dan sanitasi dasar. Kemudian dapat kita lihat juga disini bahwa perilaku dan tangan manusialah menjadi faktor terjadinya krisis air bersih, dimana terjadinya pencemaran air yang sebagian besar disebabkan oleh aktifitas manusia yaitu adanya limbah pemukiman,  limbah pertanian, limbah industri termasuk pertambangan.



    Tak bisa kita bayangkan bagaimana bumi ini nantinya ketika krisis air global benar-benar terjadi, dimana air bersih akan sangat sulit ditemui. Saat ini saja, sepertiga penduduk bumi masih mengkonsumsi air yang bisa membahayakan kesehatan. Di Indonesia sendiri masalah air bersih ini menjadi masalah yang pelik, data menyebutkan bahwa pada tahun 2011 dari sekitar 200 jutaan penduduk Indonesia, baru 20% saja yang memiliki akses terhadap air bersih. Sedangkan sekitar 80%nya masih mengkonsumsi air yang tak layak bagi kesehatan. Bencana kekeringan juga terjadi di berberapa wilayah di Indonesia, bahkan hampir setiap tahunnya kekeringan ini melanda.

    Penyelamatan sumber-sumber air memang harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan demi mengatasi krisis air bersih ini, diantaranya adalah dengan menggalakan gerakan hemat air di semua sendi kehidupan, yang dapat dimulai dari hal paling kecil seperti pemanfaatan ulang air buangan untuk menyiram tanaman ataupun toilet, dan juga untuk sektor pertanian yang merupakan kegiatan ekonomi yang paling membutuhkan air. Upaya untuk mengatasi krisis air bersih bisa juga dengan menggalakan gerakan menanaman pohon; konservasi lahan, pelestarian hutan dan DAS; mengurangi pencemaran air, pembangunan tempat penampungan air hujan (seperti situ, embung, dan waduk); hingga pengembangan teknologi desalinasi untuk mengolah air asin (air laut) dan air payau menjadi air tawar, yang salah satunya bisa dengan menggunakan "teknologi membran Reverse Osmosis (RO) atau Osmosis Terbalik atau Osmosa Balik".

    Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang Teknologi Membran Reverse Osmosis (RO) atau Osmosis Terbalik atau Osmosa Balik silahkan anda baca artikel kami di blog ini, atau silahkan anda kunjungi "enerba teknologi"

    sumber:
    slideshare
    alamendah
    duniaesai
    inilah.com